Saturday, 25 May 2013

Just Call Jesus


Daud didalam alkitab adalah seorang yang beriman didalam Tuhan, pada masa mudanya ia tak menghabiskan waktunya untuk kesenangan, pesta, hura-hura, namun lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Hidupnya sangat dekat dengan Tuhan, sehingga ia pun menjadi anak muda yang berkenan dihadapanNya. Bahkan pada saat ada banyak masalah besar yang menimpa dirinya, daud pun tak lupa dengan Tuhan, ia tenang dalam menghadapai masalahnya (seperti sewaktu melawan goliath), karena ia tau bahwa Tuhan lah sang penolong hidupnya, pasti akan melindunginya.

Sobat Kristen, terkadang pada saat kita dilanda suatu masalah, tak sedikit dari kita yang memiliki sebuah kepanikan dalam dirinya, dan tentu, kepanikan itu membuat kita tidak dapat berpikir jernih dan positif. Selalu ada saja sikap negative yang muncul di sela-sela pola pemikiran kita, “yang jahat itu harus dijahatin juga”, “yang jahat harus merasakan kejahatan yang sama”, dan sebagainya. Sikap negatif seperti itu haruslah kita jauhi, ingat apa teladan hidup yang Tuhan inginkan dari hidup kita, “Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu, kasihilah musuhmu”
Teladan seperti ini akan memberikan sikap dan teladan yang baik dalam kehidupan kita.

Apa yang kudapat hari ini:
Tuhan siap membantu kita dan melindungi kita dari masalah sesulit apapun itu. Pertolongan dari-Nya lebih terjamin dan terpecaya, just Call Him!

Sauh Bagi Jiwa

Ibrani 6:19
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir,

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 2; Matius 2; Kejadian 3-4

Harapan adalah sikap yang sehat. Mengantisipasi yang baik membawa kenyamanan bagi pikiran dan hati. Sebaliknya, keadaan putus asa adalah suatu kondisi yang mengerikan. Ini luar biasa dan menyedihkan untuk berpikir bahwa apa yang Anda hadapi tidak dapat diubah atau diselesaikan. Bagi orang yang telah kehilangan semua harapan, kehidupan tampak seperti terowongan gelap yang panjang.

Penulis kitab Amsal bahkan menggambarkan hasil dari perasaan yang tertekan ini: "Harapan yang tertunda menyedihkan hati" (Amsal 13:12a). Emosional, fisik, dan bahkan penyakit mental menghantui orang yang merasa terjebak dalam situasi suram. Tapi saya ingin memberitahu Anda, bahwa selama ada Tuhan, tidak ada situasi yang tanpa harapan. Dalam Dia, kita memiliki janji-janji kehidupan.

Orang-orang percaya memiliki pengharapan yang menyauh jiwa mereka. Hubungan kita dengan Yesus Kristus membawa kita dekat dengan tahta surga, di mana kita dapat melemparkan semua beban kita di hadapan Allah yang Maha Kuasa. Selain itu, kita dapat berpegang teguh kepada-Nya saat berbagai  cobaan kita hadapi. Oleh karena kasihNya yang besar, Dia menyediakan kekuatan bagi tubuh lelah, perdamaian bagi pikiran yang cemas, dan kenyamanan untuk hati berduka. Singkatnya, DIA adalah lampu yang lembut di terowongan gelap yang menuntun kita keluar dari berbagai ujian dan pencobaan.

Ibarat kapal, pengharapan adalah jangkar terbaik untuk jiwa kita.