Sewaktu lagi asyik-asyiknya saya makan siang di sebuah mall di dekat rumah saya, saya melihat lagi ada kerumunan orang-orang berkumpul, rupanya ada kejadian perkelahian, seseorang itu digebukin sama 3 pria, orang yang terkena gebukan itu (korbannya) kira-kira masih berusia paling muda 20-an tahun. Sebenarnya bukan itu yang ingin saya ceritakan ke kalian semua, tetapi cowok satu lagi yang ngebukin bareng-bareng ke 3 pria itu dan yang tukang instruksi dan tukang merintahkan untuk menggebukan orang itu menggunakan kalung salib besar di lehernya, dan di kedua lengannya ada tato salib Kristen yang sangat besar. Mata saya makin tercengang, ketika cowok yang memakai kalung salib dan tato salib itu makin marah dan mengeluarkan kata-kata kotor serta mencaci maki si korban, kata-kata yang tidak pantas untuk diucapkan dimuka umum dan juga kata-kata yang mencela. Yang membuat saya makin heran, masalah yang menyebabkan orang itu harus dipukulin karena sebuah masalah kecil, yakni korban itu tak sengaja menginjak kaki sang pacar yang bersalib itu, dan ia tidak meminta maaf, secara spontan cowok bersalib itu langsung memanggil ketiga karyawannya untuk menghajar si korban itu.
Sobat Kristen, Kristen dan Kekristenan bukan cuma lambang, tanda dan label yang menunjukkan bahwa kita sudah percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Percaya saja kepada Yesus tidak akan cukup untuk membuktikan keimanan kita kepada-Nya dan keberadaan Yesus di dalam hati Iman kita. Perkataan yang kita keluarkan haruslah benar dan memberkati sesama kita. Setidaknya, apa yang sudah kita ucapkan tidak menyakiti serta merugikan sesama kita. Tingkah laku kita tidak harus sesuci Malaikat, tetapi kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi untuk Tuhan.
Sobat Kristen, apakah ada Yesus Kristus di hati sobat semua? Jika ya, maka semua hal yang kamu lakukan haruslah berdasarkan kepada pengajaran Tuhan Yesus dan Alkitab, jangan jadikan Kristen sebagai label saja, jadilah Kristen yang sejati yang memuliakan nama Tuhan disetiap waktu yang ada kepada sesama mu.
Hikmah Apa yang Kudapat dari Renungan Kristen Hari Ini:
Renungkanlah, Sebagai Kristen kita harus buktikan apakah Yesus Kristus benar-benar ada didalam hati kita? Ataukah hanya sebagai tanda saja?
Tuhan Yesus Pelindungku, Tempat ku Berlindung
Seorang mahasiswa yang hampir menyelesaikan kuliahnya yang tinggal beberapa semester lagi, sedang kebingungan ketika kedua orang tuanya meninggal dunia saat kecelakaan di jalan raya. Ia pusing bercampur stress, bagaimana ia akan melanjutkan kuliahnya, bagaimana cicilan rumah yang masih ditunggak nya, ia hanya punya kakak kandung yang saat ini bekerja sebagai pegawai di perusahaan swasta, itupun gajinya hanya cukup untuk kehidupan sehari-hari saja. Pernah sekali ia berpikir untuk berhenti kuliah dan membantu kakaknya untuk berkerja, tapi sang kakak melarangnya dan tetap ngoto untuk memaksa sang adik melanjutkan kuliahnya. Mahasiswa ini kini sadar betapa ia sangat perlu Tuhan di kehidupannya. Sebelum ia peduli pada Tuhan, sejak kecil ia tidak peduli ada atau tidak adanya Tuhan, ia seperti penduduk niniwe yang dilayani oleh nabi Yunus dan Nahum, sangat keras kepala dan selalu diingatkan oleh Tuhan untuk segera bertobat, namun sikap cuek dan tidak perdulilah yang selalu ditunjukkannya, ia selalu berfikir hidupnya enak, nyaman tenang, untuk apa butuh Tuhan? Namun pada akhirnya, sikap yang seperti inilah yang akan segera dan selalu ditegur oleh Tuhan, manusia pada dasarnya tidak bisa berdiri sendiri, ia butuh sosok Tuhan yang melindungi dan menjaganya.
Sobat Kristen, kita sepatutnya datang menyembah dan menghadap kepada Tuhan, ketika sedang dalam masa senang, maupun susah menghampiri kehidupan kita semua. Mungkin kita semua bukan orang yang berhati mulia nan malaikat dan selalu membuat hati Tuhan kesal. Jika kita sadar bahwa kita sangat butuh Tuhan untuk mengampuni segala macam dosa yang sudah kita perbuat, datanglah, hadapkanlah dirimu kepada Tuhan dengan rendah hati, akui segala kesalahan yang kamu sudah perbuat, bertobatlah, Tuhan pasti akan mengampunimu.
Sobat Kristen, Tuhan selalu dan selalu mengasihi kita, melindungi dan menjaga kita serta selalu ada di sisi kita, sejahat apapun kita, separah apa pun dosa kita, ia selalu kembali untuk kita, melindungi kita dengn kekuatannya, menuntun kita kea rah yang tepat dan benar. Dia adalah tempat kita berlindung dan perlindungan yang sejati.
Apa yang kudapat hari ini:
Tuhan Baik, sangat baik dan berkelimpahan dengan rahmat pengampunan untuk kita, jika kita mengakui segala dosa dan berjanji untuk bertobat.
Bersyukurlah ketika anda ditolak. Jelas yang saya maksud bukan, “sukurin!” Kenapa mengutuk selagi bisa mengucap berkat? (Lukas 6:31) Syukur yang saya maksudkan di sini adalah bersyukur dalam arti yang sebenarnya. Mengapa perlu bersyukur ketika anda ditolak?
1. Untuk mensyukuri bahwa anda setidaknya tahu bahwa dia bukanlah jodoh anda, mengetahui ini bukanlah waktu yang tepat untuk anda melangsungkan hubungan dengannya, atau bahkan mungkin itu bukanlah lokasi ‘penembakan’ yang tepat untuk anda. Kita seharusnya bersyukur karena walaupun mungkin dia bukan orang yang tepat, atau mungkin waktunya yang tidak tepat, maupun tempatnya yang tidak tepat, kita masih punya waktu-waktu lain, masih punya lokasi yang mungkin lebih romantis, atau bahkan jodoh yang tersembunyi di suatu tempat.
Cinta anda ditolak? Bersyukurlah
Bersyukurlah ketika anda ditolak. Jelas yang saya maksud bukan, “sukurin!” Kenapa mengutuk selagi bisa mengucap berkat? (Lukas 6:31) Syukur yang saya maksudkan di sini adalah bersyukur dalam arti yang sebenarnya. Mengapa perlu bersyukur ketika anda ditolak?
1. Untuk mensyukuri bahwa anda setidaknya tahu bahwa dia bukanlah jodoh anda, mengetahui ini bukanlah waktu yang tepat untuk anda melangsungkan hubungan dengannya, atau bahkan mungkin itu bukanlah lokasi ‘penembakan’ yang tepat untuk anda. Kita seharusnya bersyukur karena walaupun mungkin dia bukan orang yang tepat, atau mungkin waktunya yang tidak tepat, maupun tempatnya yang tidak tepat, kita masih punya waktu-waktu lain, masih punya lokasi yang mungkin lebih romantis, atau bahkan jodoh yang tersembunyi di suatu tempat.
2. Alasan yang kedua karena anda bisa merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Kristus, yakni penolakan dari umatNYA. Walau memang penolakan yang anda rasakan tidak serupa dengan yang Ia rasakan. Mengapa saya bilang beda? Karena penolakan yang Ia terima justru berasal dari umatNYA. Sebelumnya kita adalah milikNYA, tetapi kita menolakNYA, itu sama artinya dengan mengkhianati cinta yang telah lama berlangsung. Belum lagi ketika Kristus dihina setelah ditolak. Ibaratnya setelah putus cinta, sang mantan malah menghina, tentu Kristus akan merasakan rasa sakit hati yang luar biasa. Hal ini jelas berbeda dengan cinta yang sama sekali belum dimulai bukan? Ketika anda dikhianati, jelas anda harus berusaha untuk mengampuni, sama ketika Kristus juga mengampuni (Lukas 23:34). Bersyukurlah karena paling tidak kita merasakan sebagian kecil dari apa yang Kristus rasakan.
3. Anda tidak punya alasan untuk merasa tersakiti ketika ditolak. Kenapa anda tidak punya alasan untuk merasa tersakiti? Karena cinta tidak bisa dipaksakan. Ketika anda merasa tersakiti saat ia menolak anda, sebenarnya siapa yang sedang menyakiti diri anda? Jelas diri anda sendiri! Anda melakukan sesuatu yang menyakiti diri anda, dan anda malah menganggap orang lain sedang menyakiti anda? Sungguh suatu hal yang aneh bukan? Ingat saja pada Amsal 11:17
“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” Seperti yang saya bilang, ketika anda tersakiti, bersyukurlah. Selamat bersyukur.
“Orang yang murah hati berbuat baik kepada diri sendiri, tetapi orang yang kejam menyiksa badannya sendiri.” Seperti yang saya bilang, ketika anda tersakiti, bersyukurlah. Selamat bersyukur.
PEMUDA KRISTIANI: Harus Menjadi Teladan!
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 7 Juli 2011 -
Baca: Mazmur 119:9-16
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-mu." Mazmur 119:9
Pemazmur menyatakan bahwa hanya dengan firman Tuhanlah anak muda dapat mempertahankan kelakuannya tetap bersih dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Oleh sebab itu para pemuda Kristiani harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani supaya waktu-waktu luang yang ada mereka gunakan untuk hal-hal yang positif dan membangun iman. Mereka harus melatih diri dalam hal ibadah, artinya: tidak "...menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang,... dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25). Semakin banyak mereka mendengar Firman Tuhan semakin kuat pula iman mereka, karena "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Bagi anak-anak Tuhan, tidak mengikuti tren teman-teman bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, hal ini juga bukan berarti kita menjadi pemuda yang 'kuper' dan out of date.
Tuhan menghendaki kita menjadi orang-orang muda Kristen yang berkualias dan memiliki kehidupan yang berbeda dari anak-anak muda di luar Tuhan, yang meski masih muda tetapi memiliki integritas dan tidak berkompromi dengan dosa; berani berkata tidak dan menolak setiap ajakan maupun kebiasaan hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan meski hal itu mengandung resiko: ditinggalkan dan dikucilkan teman. Yang Tuhan mau adalah kita menjauhi nafsu orang muda, karena segala keinginan untuk memenuhi hawa nafsu hanyalah akan membawa kita kepada kebinasaan. Karena itu kita harus memiliki kekariban dengan Tuhan supaya kita beroleh kekuatan untuk dapat menolak setiap hawa nafsu yang ada. Rasul Paulus berpesan, "Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12).
Masa muda adalah masa emas bagi kita untuk memaksimalkan potensi yang ada dan memacu kita untuk do our best dalam segala hal, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, ketekunan dan juga kesucian.
Nama Tuhan dipermuliakan ketika kemudian kita menjadi teladan bagi teman-teman dan lingkungan kita.
Baca: Mazmur 119:9-16
"Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih? Dengan menjaganya sesuai dengan firman-mu." Mazmur 119:9
Pemazmur menyatakan bahwa hanya dengan firman Tuhanlah anak muda dapat mempertahankan kelakuannya tetap bersih dan sesuai dengan kehendak Tuhan. Oleh sebab itu para pemuda Kristiani harus banyak terlibat dalam kegiatan-kegiatan rohani supaya waktu-waktu luang yang ada mereka gunakan untuk hal-hal yang positif dan membangun iman. Mereka harus melatih diri dalam hal ibadah, artinya: tidak "...menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang,... dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." (Ibrani 10:25). Semakin banyak mereka mendengar Firman Tuhan semakin kuat pula iman mereka, karena "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Bagi anak-anak Tuhan, tidak mengikuti tren teman-teman bukanlah akhir dari segalanya. Sebaliknya, hal ini juga bukan berarti kita menjadi pemuda yang 'kuper' dan out of date.
Tuhan menghendaki kita menjadi orang-orang muda Kristen yang berkualias dan memiliki kehidupan yang berbeda dari anak-anak muda di luar Tuhan, yang meski masih muda tetapi memiliki integritas dan tidak berkompromi dengan dosa; berani berkata tidak dan menolak setiap ajakan maupun kebiasaan hidup yang tidak berkenan kepada Tuhan meski hal itu mengandung resiko: ditinggalkan dan dikucilkan teman. Yang Tuhan mau adalah kita menjauhi nafsu orang muda, karena segala keinginan untuk memenuhi hawa nafsu hanyalah akan membawa kita kepada kebinasaan. Karena itu kita harus memiliki kekariban dengan Tuhan supaya kita beroleh kekuatan untuk dapat menolak setiap hawa nafsu yang ada. Rasul Paulus berpesan, "Jangan seorang pun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12).
Masa muda adalah masa emas bagi kita untuk memaksimalkan potensi yang ada dan memacu kita untuk do our best dalam segala hal, baik dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, ketekunan dan juga kesucian.
Nama Tuhan dipermuliakan ketika kemudian kita menjadi teladan bagi teman-teman dan lingkungan kita.
No comments:
Post a Comment